Home » Solar Charge Controller
Solar Charge Controller PWM MPPT

Solar Charge Controller

Pengertian Solar Charge Controller adalah peralatan elektronik yang digunakan untuk mengatur proses pengisian aki/baterai atau beberapa baterai. Beberapa baterai dirangkai menjadi satu disebut Battery Bank. Alat ini biasa disingkat dengan SCC. Dan mempunyai nama lain di pasaran sebagai BMS (Battery Management Sistem).

SCC berfungsi sebagai alat yang mengatur tegangan DC yang dihasilkan oleh panel surya yang dikirim ke aki atau baterai. Jadi setelah panel surya menghasilkan listrik, listrik tersebut akan disimpan ke dalam baterai, melalui SCC. Kontroler ini juga berfungsi sebagai alat yang mengatur tegangan aki/baterai agar tidak melampaui batas toleransi dayanya.

Selain fungsi tadi, SCC atau BMS juga berfungsi untuk mencegah aliran arus balik aki/baterai ke arah panel surya, di saat panel surya tidak mengalirkan arusnya, misalnya pada malam hari, atau pada saat hujan atau mendung. Ini menghindari supaya baterai tidak terkuras tenaganya.

Disaat baterai atau rangkaian baterai sudah terisi penuh, maka aliran DC dari panel surya akan segera diputuskan, Hal ini agar pengisian arus listrik ke baterai berhenti, supaya baterai tidak rusak akibat overcharging (kelebihan pengisian – karena batere sudah penuh). Dan tindakan ini menjadikan umur baterai menjadi panjang. Jadi…fungsi Solar Controller intinya adalah mengendalikan proses pengisian listrik ke dalam baterai dengan membuka dan menutup aliran arus DC dari panel surya ke baterai.

JENIS-JENIS SOLAR CHARGE CONTROLLER

Jenis Solar Controller dibedakan dari jenis teknologi yang diusungnya. Ada dua jenis Charge Controller, yaitu :

SOLAR CHARGE CONTROLLER PWM (Pulse Width Modulation)

Solar controller atau charger controller PWM atau Pulse Width Modulation berfungsi mengontrol pengisian baterai/aki dari panel surya dengan menggunakan modulasi pulsa. Modulasi pulsa ini berfungsi untuk mengendalikan keberlangsungan pengisian arus ke dalam baterai. Ketika aki/baterai mendekati kondisi terisi penuh, maka SCC PWM akan menurunkan jumlah daya yang masuk ke baterai secara bertahap, sehingga bisa mengurangi stres pada baterai tersebut.

Solar Charge Controller

>>> KELEBIHAN SOLAR CHARGE CONTROLLER PWM

Di pasaran, Harga Solar controller PWM lebih murah dari Solar controller MPPT. Pilihannya banyak. Tersedia dalam berbagai macam ukuran. Keterbatasan kontroler PWM antara lain yaitu ukuran tegangan alat pengecas harus sesuai dengan tegangan bank baterai, dan kapasitas alat PWM biasanya terbatas pada 60 amper (maksimum).

>>> KETERBATASAN SOLAR CHARGE CONTROLLER PWM

Charge controller PWM,mempunyai batasan dalam proses kerjanya. Pada SCC PWM tegangannya harus disesuaikan dengan tegangan baterai/aki. Selain itu kapasitas Charger controller PWM maksimal sampai 60 Ampere saja. Dan disaat cuaca mendung, tegangan output Solar Controller PWM akan mengikuti tegangan Panel Surya.

Jika panel surya memiliki spesifikasi 250 watt peak, dengan
Vmp=30 V dan
Imp=8,34 A ,
maka kapasitas puncak tenaga panel itu adalah = 30 V x 8,34 A = 250,2 W

Dengan menggunakan SCC PWM, tegangan operasi Panel surya akan menyesuaikan dengan tegangan aki. Bila tegangan aki 12 Volt, maka tegangan operasional panel surya yang seharusnya 30 Volt akan merosot menjadi 12 Volt. Dengan demikian, panel surya yang seharusnya mempunyai output 250 Watt, akan mengalami penurunan kinerja outputnya menjadi 12V x 8,34A = 100,08W. 

Hal ini membuat sistem panel surya kita kehilangan tenaga sebesar 150,12W (250,2W-100,08W). Terjadi kerugian sebesar 60% dari tenaga panel surya yang tidak dimanfaatkan. Ini sangat disayangkan.

SOLAR CHARGE CONTROLLER MPPT (Maximum Power Point Tracking) 

Charge Controller MPPT yang merupakan singkatan dari Maximum Power Point Tracking, adalah rangakaian elektronika yang berfungsi sebagai pengatur pengisian aki atau baterai. Yang membedakan dengan Charge Controller PWM adalah, SCC MPPT dapat lebih optimal dalam kinerja operasionalnya.

Untuk bisa melihat gambaran perbedaannya antara MPPT dengan PWM, maka kita lihat contoh spesifikasi panel surya yang telah dicantumkan diatas pada penjelasan SCC PWM tadi.

Jika panel surya memiliki spesifikasi 250 watt peak, dengan
Vmp=30 V dan
Imp=8,34 A ,
maka kapasitas puncak tenaga panel itu adalah = 30 V x 8,34 A = 250,2 W

Untuk menghasilkan kapasitas Daya 250W, modul Panel Surya harus beroperasi pada tegangan 30 Volt dan arus 8,34 Ampere. Dari pembahasan kita mengenai SCC PWM, terdapat kerugian sebesar 60%. Sementara bila menggunakan SCC MPPT kerugian tersebut tidak perlu terjadi.

Charge Controller MPPT mampu mengkonversi tegangan tinggi output DC dari panel surya ke tegangan lebih rendah yang diperlukan baterai. Selain itu SCC MPPT juga malakukan peningkatan arus DC (amper) yang dicas ke baterai atau aki.

Dari contoh perhitungan tadi, SCC MPPT mengatur pengisian baterai dengan menjaga kestabilan tegangan 30V, sehingga tenaga yang ditarik dari modul surya tetap 250W. Dan kontroller MPPT kemudian akan mengkonversi tegangan yang 30V ke 12V untuk menyesuaikan dengan voltase baterai.

Dengan demikian arus yang masuk ke baterai 250W : 12V = menjadi 20,8A . Berbeda dengan yang PWM tadi, tegangan yang masuk 12V mengikuti tegangan baterai dan arus yang masuk ke baterai 8,34 Ampere. Jadi sudah sangat jelas perbedaan antara kedua jenis solar controller tersebut.

Solar Charge Controller PWM
Solar Charge Controller PWM Hub 0822-1111-5213

SOLAR CHARGE CONTROLLER PWM

error: Content is protected !!